Salak Condet dalam Batik Betawi Warna Alam

Motif Salak Condet, batik tulis format sarung dengan tumpal ini dikembangkan sebagai batik betawi oleh batikpohon dengan menggunakan bahan perwarna alam (natural dye batik) telah terseselesaikan. Bersamaan dengan proses pe-lorod-an motif ini, ada motif lain dari wacana batik betawi ini.iantaranya motif Mengkudu Kemang dan motif Mengkudu serta motif Delima. Batikpohon mengangkat tema dan menamai motif ini dengan Salak Condet sebagai upaya mengekspresikan kekhasan unsur betawi dalam karya batik. Elemen motifnya terdiri dari buah salak, bunga jantan, bunga betina dan daun pohon salak .

Salak Condet , salah satu buah khas yang dulu sangat populer dibudidayakan masyarakat betawi di kawasan Condet Jakarta Timur. Keberadaannya kini berusaha dipertahankan Cagar Buah yang merupakan bagian dari Cagar Budaya di Condet - Balekambang.


Cinta Tradisi Sayangi BumiSelain batik tulis, batik cap merupakan pilihan lain batik tradisional kita. Dengan teknik ini proses  membatik bisa dilakukan dengan lebih cepat. Batik cap  warna alam (natural dyes batik) bisa menjadi pilihan untuk yang menghendaki motif lebih sederhana. Proses pembuatan yang bisa dilakukan dengan sedikit lebih cepat setidaknya bisa memberi alternatif pilihan untuk memiliki batik warna alam dengann harga yang lebih terjangkau.  Cara sedikit berbeda memiliki sekaligus mengapresiasi  batik tradisional Indonesia

Sementara para budayawan dan ahli belum mencapai kesepakatan tentang bagaimana motif batik betawi, empat dari lima motif batik yang dikembangkan sebagai batikbetawi dimunculkan oleh batikpohon. Motif batik yang sudah selesai dilorod tersebut diantaranya adalah : Mengkudu, Mengkudu Kemang, Salak Condet, dan Delima. Sementara motif Ondel-ondel masih dalam proses pewarnaan.

Pengembangan motif ini dilakukan dengan mencoba menyerap popularitas sejumlah jenis flora di kawasan Jakarta. Mengkudu, misalnya, tanaman yang salah satu bagiannya bisa digunakan sebagai pewarna batik ini, sangat mudah ditemukan di banyak sudut di Jakarta. Atau salak condet yang begitu populer dan menjadi ikon kota Jakarta. Begitu juga Kemang, nama kawasan yang populer di Jakarta Selatan yang sebenarnya nama jenis buah, merupakan inspirasi dari pengembangan motif batik betawi karya batikpohon.

Menggunakan pewarna dari bahan alami, motif baru batik betawi ini diperkenalkan sebagai varian baru sekaligus pilihan membuat batik di Jakarta dengan tanpa mengganggu lingkungan dari limbah produksi batik.

Batik pohon mengajak semuanya agar menjadikan batik dengan pewarna alami sebagai alternatif pilihan. Karena ada sebuah keyakinan dengan memilikinya dan mengapresiasi varian batik ini, maka setidaknya akan memberi kesempatan pengembangannya. Pada gilirannya nanti, sedikit demi sedikit akan mempertinggi originalitas warisan budaya ini karena batik warna alam memiliki muatan lokal yang lebih banyak. Proses pembuatannya pun lebih ramah lingkungan, karena kadar pencemaran air dan tanah yang ditimbulkan relatif rendah.

Batikpohon menawarkan pilihan, lebih dari sekadar motif dan warna, tapi juga pilihan cara mencintai batik sebagai warisan tradisi dan cara ikut mencintai bumi Indonesia.

Proses Pembuatan

Pada prinsipnya, pembuatan batik warna alam ini dari desain hingga aplikasi lilin ke kain tidak berbeda jauh dari batik tulis warna sintetis. Motif dibuat ke atas kain dengan canting tulis atau dengan cap. Pewarna yang digunakan dan pengunciannya saja yang membedakan. Tentu saja disamping jumlah pencelupan warna alam yang jauh lebih banyak, yaitu hingga mencapai 20-30 kali pencelupan untuk setiap lembar batik

Kembalikan ke Bumi

Sebagai bentuk imbal balik atas yang alam berikan berupa tanaman bahan pewarna alam untuk produk batikpohon, dari setiap kelipatan Rp 20.000,-untuk setiap batik yang Anda beli, Rp 500,- diantaranya akan kami sisihkan untuk upaya mendukung upaya penanaman kembali tanaman bahan pewarna alami.

Batikpohon 100% Batik Tulis & Batik Cap

Cara pembatikan dengan canting tulis merupakan pilihan utama Batikpohon. Setiap motif dibuat sangat terbatas sehingga lebih eksklusif. Demikian juga dengan batik cap yang kami buat tidak diproduksi dalam jumlah yang sangat masal. Batik pohon menerapkan cara terbaik pengerjaan batik seperti seharusnya batik dibuat.