Produk Terpopuler

Visitor Counters


Pengunjung hari ini:9
Kunjungan bulan ini:467
Jumlah Kunjungan:12839
Kunjungan halaman:254468
Terhitung sejak:06 05 2010

Sedang Online

Kami punya 16 tamu online

Terjemahkan

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) English French German Italian Japanese Portuguese Russian Spanish Swedish
Kisah Pandawa Tahta dalam Batik Warna Alam Kulit Kayu Tingi dan Mahoni
Ditulis oleh admin   

Batikpohon untuk pertama kali dan akan disusul dengan seri berikutnya, menghadirkan cerita pewayangan mahabarata dalam lembar kain hiasan dinding (wall hanging). Kali ini salah satu segmen dari mahabarata yaitu Pandawa Tahta, awal mula perseteruan Pandawa dan Kurawa.

Saat Prabu Pandu Dewanata wafat maka tampuk pimpinan kerajaan Astina harus diserahkan kepada kakaknya yaitu Destarata yang merupakan ayah para Kurawa. Karena kala itu Pandawa putera Pandu Dwanata masih kecil. Ketika Pandawa telah dewasa maka tahta diserahkan kepada Yudistira, sulung para Pandawa sebagai adipati, karena memang dia yang berhak. Para Kurawa: Suyudana, Dursasana, Citrayuda, Citaksa, Citarksi, Citrakala dan Carucitra dan lainnya merasa iri sebab ayahnya tidak memberi tahta pada mereka. Inilah awal perseteruan antara Kurawa dan Pandawa hingga berkepanjangan yang berakhir pada perang besar Bharata Yudha.

Wall hanging ini dibatik dengan teknik tulis di atas kain primisima dengan menggunakan pewarna alam kombinasi kulit kayu mahoni dan kulit kayu tingi. Warna gelap di bagian background dihasilkan melalui fiksasi dengan karat besi (tunjung). Sementara warna coklat dan cream hasil fiksasi menggunakan air kapur.